Sebuah Celoteh Deru Gerbong Kereta

Pagi itu, di dalam gerbong kereta saya berusaha berterimakasih pada bahasa, sebab ia telah dengan teramat cemerlang menciptakan sajak, saya bergumam, “Terimakasih kepada bahasa sebab telah menciptakan sajak, bukankah sajak ialah pelarian terbaik saya ketika bahagia dan patah hati?”

“Kita terasing oleh bahasa kita sendiri. Jacques Lacan –poststrukturalis prancis- bilang tidak ada yang bisa merepresentasikan diri kita, termasuk bahasa sekalipun, hal yang paling dekat dengan kita. Sebab perasaan, kau tahu sendiri, bagaimanapun acapkali tak ada diksi yang tepat untuk mewakili perasaan kita? Bahasa itu terbatas, jangan mau seolah-olah kamu jadi berterimakasih sedemikian rupa oleh bahasa,” sepasang deru kereta beradu seolah gesekannya berbicara demikian.

Baca lebih lanjut

Iklan

Resensi: Belajar Cinta dari Puthut EA melalui Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

1701927_1399b8cc-3077-4e31-a297-9e6f0497f4f5-1Judul buku : Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Penulis : Puthut EA
Genre : Fiksi
Cetakan : Februari 2016
Tebal : 257 halaman

Saya mengenal Puthut EA dari karya-karya cerpennya, serta ini adalah perdana bagi saya membaca novel karya beliau. Saya baru menemukan buku ini di tahun 2016 lewat terbitan Mojok, padahal buku ini terbitan 2005. Tak apalah, sebab saya masih merasakan kepuasan tersendiri usai membaca novel ini. Puthut EA sukses mengabadikan kisah di dalam novelnya ini, bahwa barangkali jika kita baca berpuluh tahun lagi karyanya masih tetap mengesankan dan mengagumkan.

Baca lebih lanjut

Opini: Definisi Kebenaran

img_0461Setiap orang selalu berhak mendefinisikan kebenaran. Hingga saya yakin bahwa kebenaran ini bermacam adanya, tanpa ada satu hal yang benar-benar benar atau benar-benar salah. Setelah menjelaskan mengenai kebenaran versi masing-masing, manusia-manusia ini sekuat tenaga mempertahankan kepentingan kebenarannya itu, perdebatan, saling menghina serta mengejek kebenaran lain –yang tentu saja dianggapnya sebagai kebenaran yang salah- bahkan perbedaan pandangan ini menyebabkan konflik, kekerasan, saling bunuh, serta peperangan.

Baca lebih lanjut

Para Kekasih Bulan

tree-66465_960_720Badala masih merasa bahwa dirinya adalah kekasih bulan yang tak sedikitpun dianggap bulan sebagai kekasih. Berkali-kali sudah ia mencoba mengajak bulan sekedar bercakap-cakap, mencoba membicarakan hal-hal kecil yang sepele, mencoba bercerita tentang kisah romantis, tapi bulan tetap saja acuh. Melirik sedikit pun tidak. Agaknya rayuan Badala tak sebagus para kekasih bulan terdahulu. Selalu saja sunyi yang tersisa setelah Badala berbicara agak lama. Tak ada balasan.

Baca lebih lanjut

Percakapan Diantara Bianglala

img20161202224758

Saya pernah mencoba untuk tidak peduli terhadap perkataanmu; ketika percakapan kami berada diantara bianglala. Ketika kamu mencoba mengatakan dan memaknai kehidupan yang telah kamu lalui sebagai seorang yang tengah mencinta, “Saya mencintaimu, Adeline. Namun saya mengetahui, ada seorang lelaki yang mencintaimu lebih dalam, melebihi dalamnya samudra. Saya sendiri dipaksa untuk mengakui perasaannya yang begitu dalam terhadapmu. Kamu lebih pantas bersamanya, Adeline.” Baca lebih lanjut

img20160827113320

“Ada negeri yang tidak mengenal senja, Adeline. Saya pernah mengunjungi negeri itu, negeri penuh dengan biru dan hitam, tanpa merah dikeduanya. Barangkali suatu saat kamu perlu mengunjungi negeri itu, hanya sekedar referensi sebagai inspirasimu dalam menulis. Tanpa senja bukan berarti tanpa inspirasi bukan?”