Melihat Senja

Jauhnya pelupuk senja seakan berbicara, dengan majas yang bersajak mempesona. Tentu mereka mengajak manusia untuk saling bercerita, ataupun sekedar bercengkrama, bercanda, dan terkadang tertawa bersama. Manusia yang terlanjur mencintai senja tak akan sungkan untuk berbahagia bersama, namun sebaliknya, manusia yang bahkan tak mengerti, tak mengenal senja bersikap malu, hanya sesekali tersenyum, entah apa yang mereka rasakan.

Mungkin aku termasuk manusia yang telah terlanjur mencintai senja, aku harap kau pun begitu, meski saat bertemu senja kau hanya tersenyum simpul, lemah, entah menahan getir apa yang kau rasakan. Sekali lagi aku berharap semoga kau juga mencintai senja, dan berbahagia bersama.

Untuk salah seorang sahabat, yang sepatunya sama denganku.

Azinuddin Ikram

Oktober 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s