Wanita Bersorban

Langit mulai bertindak. Mungkin terbenam atau entah, menyerupai takjub yang semu, haru, dan tentunya biru. Seakan terbuai atau dimakan kerumunan rayap, tentunya rayap yang kelaparan, entah kelaparan keadilan atau kebebasan. Langit tergerogoti dengan picik oleh luka maupun harapan.


Sementara wanita bersorban itu sembunyi pada sudut kota, sendirikah? Tidak, beribu-ribu malaikat mengitarinya, menyerupai sayap putih yang luar biasa besar. Wanita itu mulai menangis. Barangkali hati wanita itu memang lemah? Perlahan melihat wanita itu menangis, malaikat-malaikat juga ikut menangis, sambil mereka bertebangan, dan berputar, sehingga air mata mereka menetes ke bumi, menjadikan sosok hujan yang deras.

Wanita itu pasti tak merasa bahwa disekelilingnya malaikat putih bersayap menemaninya, bahkan ikut menangis, mengharukan diri dalam kesunyian. Ah, manusia pasti tak tega melihat wanita itu menangis. Kamu tahu alasannya? Aku tak tahu. Ingin sebenarnya aku segera menghampirinya, bertanya alasannya, namun aku tak berdaya. Pertanyaan-pertanyaan itu hanya saling membisu, diam, sementara raga ini tak bisa bergerak.

Ada beberapa malaikat yang baru saja tiba di kota ini, langsung berkumpul mengerumuni wanita bersorban itu, mereka semua juga ikut menangis, dalam kalbu yang saling mendiamkan. Menjadikan hujan semakin lebat saja.

Bolehkah aku berdoa untuk wanita bersorban itu? Sepertinya cinta telah mengkhianatinya? Bukankah hanya pengkhianatan cinta yang dapat melukai hati wanita, dan menjadikan air mata mereka harus terbuang, hingga tampak terbenam dalam beningnya hamparan langit?

Azinuddin Ikram

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s