Aku Ingin

Aku ingin menggandeng senja segera, dengan harap tertidur pulas di pangkuannya. Hingga sosok bernama pagi membangunkanku dalam keadaan dingin menggigil pada esok harinya. Bukan pada menggandeng malam. Aku tak menyukai malam, bahkan bisa dikatakan terlalu benci, benci pada malam yang kerap menggerogoti tubuhku yang terbaring lemah ini. Sebab aku yakin, malam adalah kebencian dan mereka adalah kesunyian yang teramat dalam. Aku hanya ingin malam segera cepat berlalu, tanpa sedikitpun aku menemuinya. Doakan saja aku.

Aku ingin mendendangkan segala syair, syair yang tak bisa kubacakan dengan suara lantang. Bukan mendendangkan lagu. Aku tak terlalu bersahabat dengan lagu. Biarlah lagu juga membenciku, bukankah sejak awal kita memang sudah saling membenci? Lagu telah menjadi gemerincing nada yang mengusik keheningan tidurku, lagu yang telah membebani telingaku, dan lagu lah yang telah menjadikanku sebagai sosok perindu.

Aku ingin segera bertemu denganmu, denganmu yang telah menjadi kiasan dalam perjalanan jiwaku. Bukan pada seseorang yang lain, yang bahkan dengan jelas telah menyerahkan jiwanya padaku. Sebab hatiku tak bisa memilih. Barangkali Tuhan yang telah menetapkan hatiku bahwa kepada siapa aku harus mengadu pada seseorang, dan dengan tegas jawaban Tuhan adalah dirimu. Bukankah aku hanya ingin bertemu denganmu?

Dalam renjana jiwa yang benar-benar merindukanmu.

Azinuddin Ikram.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s