Firasat Cinta Gundah

Entah kenapa saat mendengar kabarmu dari jauh bahwa kamu terluka, aku begitu khawatir. Sebelumnya aku tak pernah merasa sekhawatir ini. Kamu adalah alasan utama yang menjadikanku sebegitu khawatir seperti ini. Aku segera melaju kencang mobilku, menginginkan secepat mungkin pulang, lalu memelukmu, menempelkan punggung tanganku pada keningmu hanya agar mengerti berapa panas suhu tubuhmu, lalu bertanya padamu sakit apa kamu, menanyakan padamu sudah minum obat atau belum, atau sekedar menawarkanmu pergi berobat ke dokter. Entah kenapa aku begitu khawatir.

Firasat yang begitu menggelisahkan jiwaku, menggundahkan segala batinku, perasaan khawatir yang begitu mengusik. Sedari tadi saat mengikuti seminar kantor hatiku sudah tak tenang, apalagi setelah kamu menelpon dengan suara serak dan batuk yang semakin mengeras. Hei aku begitu mengkhawatirkanmu. Berbagai pikiran muncul dalam pikiranku, tentang aku dan kamu. Saat kita makan bersama, saat kita bernyanyi bersama, saat aku menyatakan akan melamarmu, saat undangan pernikahan kita tersebar bertuliskan namaku, Parmin dan namamu, Fitri. Semua mengusik jiwa, aku semakin mempercepat laju mobilku. Hingga tiba di rumah. Aku melihat dirimu terbaring pulas dalam kasurmu.

“Fit, bagaimana kondisimu?”

Kamu tak menjawab pertanyaanku, mungkin kamu tertidur pulas, nafasmu masih menderu meski semakin lemah. Aku menyelimutimu. Biarlah kamu istirahat dulu. Ketika aku akan beranjak keluar kamar. Telepon genggamu berdering. Kamu terbangun, mengangkat panggilan teleponmu. Tanpa melirik sedikitpun kearahku, lalu kamu menangis. Seseorang diseberang telepon disana mengatakan,

“Anda benar Mbak Fitri suami dari Bapak Parmin? Pak Parmin baru saja kecelakaan di Jalan Menteng 40 karena terlalu cepat mengemudikan mobilnya. Sekarang Pak Parmin dirawat di Rumah Sakit Ciptakarya, dia koma. Anda bisa kesini sekarang?”

Hingga aku merasa terbang dalam keheningan, segala firasat yang telah menggundahkan menyergapku tentu diantara sela tangismu. Ah tangismu semakin keras saja.

Azinuddin Ikram.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s