Biarlah Malam Hadir

Biarlah senja menatap juang malam yang akan segera datang. Biarlah dentang genta menandakan matinya suatu siang. Biarlah adzan saling menyahuti mengiringi matahati yang semakin tenggelam tergantikan oleh bulan.

Biarlah.

Malam segera menjemputku, lalu dengan sengaja malam menahanku beranjak. Yang pada akhirnya aku memutuskan untuk berdiam, berteduh dalam lembayung lampu kota, tentu lampu yang paling temaram. Lampu yang sangat hangat.

Biarlah. Segalanya biarlah.

Sembari menanti senyumu hadir, tentu diantara lampu-lampu malam itu.

Azinuddin Ikram.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s