Resensi: Belajar Cinta dari Puthut EA melalui Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

1701927_1399b8cc-3077-4e31-a297-9e6f0497f4f5-1Judul buku : Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
Penulis : Puthut EA
Genre : Fiksi
Cetakan : Februari 2016
Tebal : 257 halaman

Saya mengenal Puthut EA dari karya-karya cerpennya, serta ini adalah perdana bagi saya membaca novel karya beliau. Saya baru menemukan buku ini di tahun 2016 lewat terbitan Mojok, padahal buku ini terbitan 2005. Tak apalah, sebab saya masih merasakan kepuasan tersendiri usai membaca novel ini. Puthut EA sukses mengabadikan kisah di dalam novelnya ini, bahwa barangkali jika kita baca berpuluh tahun lagi karyanya masih tetap mengesankan dan mengagumkan.

Puthut EA secara tidak langsung telah mengajarkan saya tentang percintaan. Melalui Cinta Tak Pernah Tepat Waktu saya secara terbujur kaku –layaknya orang mendapat ilham- dari kisah-kisah yang tak terduga mengenai jodoh, wanita, kenangan, masa lalu, pahitnya kopi, sebagainya dan sebagainya. Dibingkai nan apik dengan tema besar cinta.

Membaca paragraf demi paragraf Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, menghadirkan kesan penasaran tersendiri, bagaimana kelanjutan si aku ini dengan tokoh-tokoh wanita yang sengaja dihadirkan, bagaimana kelanjutan si aku melawan masa lalu suram dan kenangan yang pahit, dan pertanyaan terpenting; bagaimana akhir kisah si aku, mendapatkan kekasih atau tidak. Saya mengakui bahwa Puthut EA penulis yang terampil merangkai kata hingga terbentuk kejutan-kejutan kecil, hingga pembaca dibawa jengkel juga melihat tingkah pola si aku. Pada paragraf-paragraf awal pembaca ditunjukkan bentuk-bentuk pesimis dari karakter si aku ini. Selanjutnya cerita semakin larut dan cair, dirangkai dan diabadikan dalam kisah cinta penuh kikuk, kebimbangan, dan diksi-diksi yang sarkas tapi bikin ketawa.

Penasaran! Satu kata tepat yang berhak menggambarkan keadaan saya ketika membaca novel ini. Puthut EA sukses menjadikan manusia demam akan keingintahunan yang tinggi, penasaran, atau bahasa kekiniannya; kepo! Sejujurnya ada kekhawatiran juga apakah kisah ini akan berakhir bahagia atau dibiarkan tetap sendu, namun saya sudah siap sedia menerima resiko hasilnya, apapun akhirnya, saya seperti kesetanan ingin tahu! Saya pasrah saja Puthut EA ingin membawa saya kemana, hingga saya tersadar dan menemui hasil yang, ah sudahlah. Hanya Puthut EA sang penulis yang mengerti.

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu secara keseluruhan memiliki daya pergolakan batin yang dahsyat, kisah tidak menggebu-gebu namun meninggalkan pemaknaan yang dalam. Tokoh si aku dicerca oleh dirinya sendiri, sehingga terlihat dalam perceritaan ini ia tampak bingung sendiri memikirkan kehidupannya yang diperumit oleh dirinya sendiri pula. Karakter aku ini didesak oleh kenangan dan masa lalu yang pelik, yang menjadikannya selalu tampak murung, bersedih, putus asa, bermuram durja dan istilah-istilah mengenaskan lainnya. Si aku selayaknya ingin bebas dari belenggu itu, ia berusaha sekuat tenaga dalam mengobati luka-lukanya. Sayangnya, masih terdapat beberapa kelemahan dalam novel ini, seperti adanya karakter-karakter yang berusaha melengkapi cerita namun tidak terlalu berpengaruh pada kehidupan karakter utama dan keberlangsungan jalannya kisah.

Puthut EA secara gamblang ingin menyatakan ataupun mendefinisikan cinta dalam bahasa yang lebih sederhana. Bahwa seuntai cinta sejujurnya hanya sesederhana dalam pengungkapkannya. Barangkali cinta memang sesederhana itu, namun Puthut EA juga yang menggiring pembaca memperumit definisi cinta yang sederhana. Bahwa kapal yang berjalan di laut juga merupakan hal sederhana, juga bukankah selalu terdapat badai yang siap menerjang sebuah kapal di laut? Puthut EA memaketkan kesederhanaan itu dengan badai dan kelam. Novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu ini adalah novel perenungan dan perjalanan, bahwa hidup jugalah berisi sebuah perenungan dan perjalanan. Saya menikmati novel ini, layaknya saya menikmati hidup ini! Selamat membaca!

Azinuddin Ikram.

Foto sumber: ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2016/8/28/1701927/1701927_1399b8cc-3077-4e31-a297-9e6f0497f4f5.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Resensi: Belajar Cinta dari Puthut EA melalui Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s